sisi lain sebuah berita

Friday, March 13, 2015

Kasak Kusuk Wina Lia, Jual Rumah "Bonus" Pemiliknya

Kabar heboh itu datang saat dunia memperingati Hari Wanita Sedunia, 8 Maret lalu. Seorang wanita berusia 40 tahun status janda, melalui agen propertinya, Jual Rumah, Pemiliknya Siap Dinikahi” (ketentuan dan syarat berlaku)”.

Media mainstream dan juga blog-blog (termasuk semacamberita) termakan dengan iklan unik ini. Sepertinya ini baru kali pertama seseorang menawarkan rumah “bonus” pemiliknya bersama “hardwere dan “sofwere”nya sekaligus. Dan disitulah letak keunikannya.


Hebatnya lagi media mainstream dunia seperti Time dan Independent turut memberitakannya. Demikian pula blog idealis yang kini jadi kapitalis media, Huffington Post. Luar biasa Tante Lia ini. Super sekali janda cantik Wina Lia ini. Elok amat mba-mba cantik bernama Wina Lia. Semua ini gara-gara pilihan judul berita yang pas.


Dan kita semua ternyata butuh kehebohan untuk memecahkan suasana, sama seperti media internasional ketika membetitakan janda cantik Wina Lia.

Times menulis, “This Indonesian House Is for Sale and Comes With a Pond, a Backyard and...a wife"


Baca judul macam gitu, asyik bukan? Pembaca tidak menahan godaan untuk tidak "klik" (katanya ini bagia dari teknik SEO).

Lalu, di Inggris, Independent menafsikan fenomena Wina Lia itu seperti ini,"Indonesian House Listed for sale with free wife 'If you buy at the asking price'

The Independent, capture




Dan watak-watak blog itu masih melekat pada Huffington Post: kadang mengekor berita mainstrem, kadang mengutip, dan menghindari menjiplak. Sah?




Soal Wina Lia tadi Huffington Post mengutip pada dua media yang saya sebutkan tadi. Sebagaimana terkadang blog ini yang numpang mencari makan dari remah-remah berita medianya Pak Jakob Oetama, Chairul Tanjung.


Dan Wina Lia tidak berhenti di berita internet. Semua pasang mata (yang sebagian besar adalah kelompok agraris masa lalu) tertuju padanya setelah kamera televisi-televisi (yang selalu ketinggalan berita) mulai mengarahnya. Mereka mengemas Wina Lia menjadi ”dagangan” baru. Selebritis dadakan yang bisa digunakan untuk meraup untung dan televisi menyukai itu. Apakah ini syah? Tak ada yang melarang. Hanya orang yang berpandangan nyinyir saja yang kadang membuatnya berisik. Dan yang nyinyir pun sah-sah saja melampiaskan kenyinyiran mereka. Asal ngga berantem saja setelah saling nyinyir.

Sampai mana tadi? Oh ya sampai kabar Wina Lia yang diundang di sejumlah televisi Jakarta. Kabarnya pula Wina Lia mau ketemu Princess Syahrini, artis maju mundur... cantik... itu.  Si Syahrini yang kemarin bikin kontroversi lagi di jagat branding media. Sebagaimana penggemar gosip tahu, Syahrini malah selfie ketika usai diperiksa Bareskrim Polri tentang keterkaitannya dengan Feriyani Lim. Dan dari pengakuan Syahrini kita tahu ada polisi-polisi ‘genit’ di Bareskrim Polri. Dan dari foto yang beredar, wartawan-wartawan juga seneng-seneng aja diajak selfie, nah loh? Hidup selfie!!!  J

Itu soal Syahrini, lalu apa kaitannya dengan Wina Lia? 

Kita tidak tahu  apa yang dibicarakan mereka. Tapi di semacam berita selalu saja ada sisi lain dari sebuah berita. Selau saja ada kasak-kusuk yang menghinggapi. Sebab pada dasarnya manusia itu homo kepois, mahkluk yang serba pengen tahu, yang kadang membuat jengkel tapi juga dirindukan.

Siapa Wina Lia? Bisnis apakah dia? Sampai bisa jual rumah Rp 999 juta? Setidaknya yang bisa jual rumah seharga itu adalah mereka yang berada pada strata sosial menengah (mendekati elit).

Dan di kaskus, kasak-kusuk itu beredar. “sttt....Wina Lia itu nama aslinya mbak Winarti. Aseli Jogja...status janda...(4 kali). Di situ harga rumah sekitar Rp 500 jutaan loh.... “

Tapi setiap kasak-kusuk harus selalu diragukan.. Meragukan setiap informasi yang beredar di media massa termasuk di “berita” semacamberita wajib hukumnya.

Yang pasti Mba Lia menolak mentah-mentah para brondong yang hendak membelinya. Ini fakta sebab itu pengakuan mba Lia sendiri, sebagaimana diwartakan koran sepuh di Jogja, Kedaulatan Rakyat.


(Jangan sedih ya guys...uang 1 Milyarmu lu simpen buat beli rumah aja di deket rumahnya mba Wina Lia. Itu kalau lu memang demen dan ngebet banget sama paruh baya yang hot. Atau kalau lo nyadar wajah lo ga ganteng-ganteng amat, bisa juga lo dipermak di sini).

Lo tahu maksud gue kan?


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Kasak Kusuk Wina Lia, Jual Rumah "Bonus" Pemiliknya

0 comments:

Post a Comment