sisi lain sebuah berita

Sunday, March 22, 2015

Diduga Membakar Al-Quran, Farkhunda Dibakar

Kementerian Haji dan Departemen Agama Afghanistan (MoHRA)telah mengecam keras pembakaran dan pembunuhan terhadap seorang wanita bernama Farkhunda yang dituduh membakar Al- Quran. Departemen tersebut menegaskan tidak ada bukti bahwa Farkhunda membakar Al-Quran, TOLOnews Jumat (20/3/2015) melaporkan.

Pembunuhan Farkhunda di Afghanistan. Foto: Tolonews


Wanita berusia 27 tahun yang dilaporkan mengalami sakit jiwa tersebut dipukuli sampai mati. Setlah itu mayatnya dibakar dan dilemparkan ke Sungai Kabul oleh ratusan warga sipil marah pada Kamis lalu di dekat masjid Shah-e-Do Shamshera Kabul. Warga sipil menduga wanita tersebut telah membakar Al-Quran.

Potongan rekaman video yang diperoleh situs berita Afghanistan, TOLOnews, menunjukkan bahwa massa melempari perempuan itu dan memukulinya dengan tongkat di hadapan sejumlah polisi. Tindakan tersebut memicu kemarahan warga lain, aktivis dan kelompok-kelompok advokasi yang menuntut hukuman berat bagi para pelaku.

Kepada Tolonews ibu kandung Farkhunda mengatakan bahwa putrinya mengalami gangguan mental selama bertahun-tahun dan tidak bisa tidur di malam hari.

Insiden tragis tersebut dikutuk di seluruh negeri dalam beberapa pekan terakhir.

Kepala eksekutif Abdullah Abdullah juga mengutuk insiden itu dan mengatakan dewan keamanan nasional akan menyelidiki insiden tersebut secara menyeluruh.

Sementara itu, kementerian dalam negeri mengumumkan sembilan orang ditangkap atas tuduhan pembunuhan terhadap Farkhunda.

Tetapi beberapa orang lain termasuk Simin Hasanzada, wakil menteri informasi dan budaya, senator Zulmai Zabuli dan juru bicara Kepolisian Kabul membenarkan pembunuhan Farkhunda, dan untuk beberapa alasan, mendukung kematiannya.

Tapi aktivis hak asasi manusia mengecam keras pandangan ini dan meminta pemerintah untuk menyeret para pelaku ke pengadilan.

Namun, wakil wakil menteri Mohra Daiul Haq Abid mengatakan tidak ada bukti yang ditemukan untuk membuktikan bahwa Farkhunda membakar Quran.

"Saya pribadi mengikuti kasus ini tetapi saya tidak menemukan bukti bahwa wanita ini membakar Al-Quran," kata Abid kepada TOLOnews. "Potongan makalah yang dibakar tersebut adalah buku Persia."

Orang tua Farkhunda juga mengatakan putri mereka menderita sakit mental selama 16 tahun dan melakukan tindakan tanpa sadar.


"Farkhunda menderita gangguan mental selama 16 tahun dan dibawa ke dokter berkali-kali tapi semua perawatan itu sia-sia," kata ayahnya.

Sumber: Tolonews

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Diduga Membakar Al-Quran, Farkhunda Dibakar

0 comments:

Post a Comment