sisi lain sebuah berita

Tuesday, March 10, 2015

Begini Cara ISIS Merekrut Pengikut di Eropa

Negara Islam Irak Suriah (ISIS) telah membangun merek global sebagaimana dilakukan perusahaan-perusahaan di Barat. Mereka menggunakan alat-alat seperti media sosial, penempatan produk, dan penargetan iklan.

Dengan menggunakan prajurit selebriti seperti 'Jihadi John' dan menyebarkan gambar pejuang dengan produk asing seperti Nutella dan pizza, ISIS telah terbukti mahir menarik laki-laki dan perempuan muda untuk bergabung bersama mereka.

Keberhasilan ISIS di media sosial telah mendongkrak popularitas mereka sejak 2014. Bandingkan, misalnya, video Osama bin Laden di bunker yang terkesan tradisional dengan kampanye media sosial yang komprehensif dan video berkualitas tinggi milik ISIS.

ISIS terus meningkatkan popularitas disamping terus merekrut dan menggalang dana sambil mempertahankan gerakan bawah tanah mereka. Berikut adalah beberapa cara yang dilakukan ISIS dalam menggaet pengikut:



1. ISIS Mengunakan Daya Tarik Selebriti
ISIS tidak menciptakan 'Jihadi John' –sebagaimana yang dicitrakan media Barat. Tapi, menggunakan daya tariknya, ISIS mengadopsi julukan Jihad John untuk Mohammed Emwazi dan menggunakannya sebagai poster ekspresi kebrutalan dan ekstremisme. ISIS menggunakannya untuk merekrut anak muda-anak muda Muslim di Eropa.

2. ISIS Menggunakan Strategi Penempatan Produk
Beberapa waktu lalu, pendukung ISIS yang tinggal di Suriah dan Irak mulai muncul di media sosial dengan botol Nutella. Beberapa komentator berpikir foto-foto ini seharusnya menurunkan  citra ISIS di mata Barat. Tapi sebaliknya ISIS justru meyakinkan kepada calon pengikutnya bahwa mereka masih bisa menikmati kemewahan jika mereka bergabung di Suriah dan Irak.

3. ISIS Menggunakan Media Berkualitas Tinggi
ISIS membangun pusat media berteknologi tinggi di Al-Hayat. Salah satu hasilnya, adalah rekaman video penyiksaan pemenggalan James Foley, asal Inggris. Pusat teknologi ISIS ini juga memproduksi “Dabiq”, sebuah majalah propaganda milik ISIS. Semua konten online kemudian diunggah ke layanan hosting dengan teks anonim dan disebarluaskan di media sosial oleh para pendukungnya.

4. ISIS Menggunakan Media Sosial untuk Propaganda
Penguasaan media sosial ISIS terus terus dilakukan meskipun Twitter dan Facebook juga telah melakukan penyaringan terhadap konten-konten yang sensitif. Konten-konten tersebut dapat mengakibatkan efek jamur dimana isinya diumumkan oleh beberapa akun untuk memastikan konten tetap bisa diakses. Pada akhir tahun lalu, sekitar 45.000 akun baru di media sosial digunakan untuk menyebarkan pesan tentang ISIS. Sah satunya @ISILcats, yang menunjukkan seorang jihadis berpose dengan kucing. Diperkirakan jumlah total pesan tentang ISIS yang diposting di media sosial mencapai lebih dari 90.000 per hari.

5.ISIS Membangun Rasa Memiliki Sesama Muslim
ISIS membangun rasa saling memiliki dalam sebuah komunitas muslim di mana seseorang akan begitu dihargai. Ketika seorang warga Kanad, Andre Poulin bermigrasi ke Suriah dan masuk Islam tahun lalu, ia menjelaskan alasannya dalam sebuah video YouTube. "Kami membutuhkan insinyur, kami perlu dokter, kami membutuhkan profesional. Setiap orang dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada Negara Islam, "katanya. Video ini kemudian digunakan sebagai propaganda.

6. ISIS Mengenali Calon Target Perekrutan
Seorang gadis Inggris mengatakan bahwa dirinya pernah menjadi target perekrutan ISIS. Ia terus dibujuk oleh seorang militan agama di Facebook ketika dirinya masih remaja. Orang tersebut, mengatakan bahwa dirinya cantik dan dia akan masuk neraka jika dia tidak mematuhinya. "Itu mewah dalam arti itu seperti 'oh wow’, saya bisa mendapatkan seseorang yang segama seperti saya, yang belum tentu dari etnis saya dan itu menarik," kata gadis itu.

Bagaimana di Indonesia?


Disarikan dari: Independent, Senin (9/3/2015)

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+
Tags :

Related : Begini Cara ISIS Merekrut Pengikut di Eropa

0 comments:

Post a Comment