Negara Islam Irak Suriah
(ISIS) telah membangun merek global sebagaimana dilakukan perusahaan-perusahaan
di Barat. Mereka menggunakan alat-alat seperti media sosial, penempatan produk,
dan penargetan iklan.
Dengan menggunakan
prajurit selebriti seperti 'Jihadi John' dan menyebarkan gambar pejuang dengan
produk asing seperti Nutella dan pizza, ISIS telah terbukti mahir menarik
laki-laki dan perempuan muda untuk bergabung bersama mereka.
Keberhasilan ISIS di media
sosial telah mendongkrak popularitas mereka sejak 2014. Bandingkan, misalnya,
video Osama bin Laden di bunker yang terkesan tradisional dengan kampanye media
sosial yang komprehensif dan video berkualitas tinggi milik ISIS.
ISIS terus meningkatkan
popularitas disamping terus merekrut dan menggalang dana sambil mempertahankan
gerakan bawah tanah mereka. Berikut adalah beberapa cara yang dilakukan ISIS
dalam menggaet pengikut:
1. ISIS Mengunakan Daya Tarik Selebriti
ISIS tidak menciptakan
'Jihadi John' –sebagaimana yang dicitrakan media Barat. Tapi, menggunakan daya
tariknya, ISIS mengadopsi julukan Jihad John untuk Mohammed Emwazi dan
menggunakannya sebagai poster ekspresi kebrutalan dan ekstremisme. ISIS
menggunakannya untuk merekrut anak muda-anak muda Muslim di Eropa.
2. ISIS Menggunakan Strategi Penempatan Produk
Beberapa waktu lalu,
pendukung ISIS yang tinggal di Suriah dan Irak mulai muncul di media sosial
dengan botol Nutella. Beberapa komentator berpikir foto-foto ini seharusnya
menurunkan citra ISIS di mata Barat.
Tapi sebaliknya ISIS justru meyakinkan kepada calon pengikutnya bahwa mereka
masih bisa menikmati kemewahan jika mereka bergabung di Suriah dan Irak.
3. ISIS Menggunakan Media Berkualitas
Tinggi
ISIS membangun pusat media
berteknologi tinggi di Al-Hayat. Salah satu hasilnya, adalah rekaman video
penyiksaan pemenggalan James Foley, asal Inggris. Pusat teknologi ISIS ini juga
memproduksi “Dabiq”, sebuah majalah propaganda milik ISIS. Semua konten online
kemudian diunggah ke layanan hosting dengan teks anonim dan disebarluaskan di
media sosial oleh para pendukungnya.
4. ISIS Menggunakan Media Sosial untuk Propaganda
Penguasaan media sosial
ISIS terus terus dilakukan meskipun Twitter dan Facebook juga telah melakukan
penyaringan terhadap konten-konten yang sensitif. Konten-konten tersebut dapat
mengakibatkan efek jamur dimana isinya diumumkan oleh beberapa akun untuk
memastikan konten tetap bisa diakses. Pada akhir tahun lalu, sekitar 45.000
akun baru di media sosial digunakan untuk menyebarkan pesan tentang ISIS. Sah
satunya @ISILcats, yang menunjukkan seorang jihadis berpose dengan kucing. Diperkirakan
jumlah total pesan tentang ISIS yang diposting di media sosial mencapai lebih
dari 90.000 per hari.
5.ISIS Membangun Rasa Memiliki Sesama Muslim
ISIS membangun rasa saling
memiliki dalam sebuah komunitas muslim di mana seseorang akan begitu dihargai.
Ketika seorang warga Kanad, Andre Poulin bermigrasi ke Suriah dan masuk Islam
tahun lalu, ia menjelaskan alasannya dalam sebuah video YouTube. "Kami
membutuhkan insinyur, kami perlu dokter, kami membutuhkan profesional. Setiap
orang dapat menyumbangkan sesuatu yang berharga kepada Negara Islam,
"katanya. Video ini kemudian digunakan sebagai propaganda.
6. ISIS Mengenali Calon Target Perekrutan
Seorang gadis Inggris mengatakan
bahwa dirinya pernah menjadi target perekrutan ISIS. Ia terus dibujuk oleh
seorang militan agama di Facebook ketika dirinya masih remaja. Orang tersebut,
mengatakan bahwa dirinya cantik dan dia akan masuk neraka jika dia tidak
mematuhinya. "Itu mewah dalam arti itu seperti 'oh wow’, saya bisa
mendapatkan seseorang yang segama seperti saya, yang belum tentu dari etnis
saya dan itu menarik," kata gadis itu.
Bagaimana
di Indonesia?
Disarikan dari: Independent,
Senin (9/3/2015)
0 comments:
Post a Comment